Tak cuma mengklaim kematian
orang nomor satu Al-Qaida Osama Bin Laden, Amerika Serikat juga
mengungkapkan 'penemuan berharga' yang diharapkan bisa menguak lebih
jauh tentang organisasi misterius itu.
Seperti dikemukakan oleh seorang
pejabat senior AS kepada situs CNN, di lokasi persembunyian Osama di
Abbottabad Pakistan, ditemukan 10 hard disk drive komputer, lima
komputer dan lebih dari 100 perangkat penyimpan data seperti cakram CD,
DVD maupun USB flash disk.
Ditemukan pula bukti yang
mungkin merupakan catatan komunikasi antara Osama dengan para letnan
Al-Qaida yang diharapkan bisa menyingkap target potensial, panduan
strategis dalam arahan organisasi, serta lokasi-lokasi para operator
Al-Qaida lain.
Pemerintah AS yakin, bahwa
hardware komputer digunakan Osama untuk menyampaikan pesan kepada
bawahan-bawahannya, sebagai solusi dari ketiadaan koneksi telepon dan
internet di lokasi persembunyiannya tersebut.
"Yang paling menarik adalah
bagaimana kita bisa mendapatkan petunjuk ke dalam plot teroris yang
mungkin kini tengah dijalankan, sehingga kita bisa menghentikan rencana
serangan apapun. Kedua, kami masih mencoba mencari bukti yang
mengarahkan kita kepada individu lain di dalam organisasi ini," kata
Kepala bagian kontra-teroris Gedung Putih John Brennan seperti dilansir
dari situs Guardian.
Lebih detil, majalah New York
Magazine, mengklaim mendapatkan salinan file dari orang dalam di
lingkungan CIA. "Dengan bantuan superkomputer yang kami beli beberapa
tahun lalu seharga US$ 3 miliar (sekitar Rp25,6 triliun), kami berhasil
mengkategorikan data-data di hardware milik Osama dalam sebuah diagram,"
ujar NYMag.

Dari hasil temuan majalah itu,
porsi terbesar dari data yang disimpan (34 persen) adalah file
berkategori pornografi di sebuah folder yang berlabel 'Old Tax Forms'.
Setelah itu, NYMag mengklaim data terbanyak lainnya adalah rekaman drama
seri The Wire, dengan porsi sebesar 21 persen.
Porsi terbesar berikutnya adalah
file-file MP3 yang diunduh oleh anak-anak Osama, yakni 15 persen. Baru
setelah itu terdapat data-data internal organisasi Al-Qaida (14 persen),
meliputi nama-nama, nama-nama samaran, info kontak, bahkan informasi
mengenai sejumlah alergi yang diidap oleh anggota Al-Qaida.
Yang menarik, NYMag juga
mengungkap adanya data-data rekaman Osama saat tengah menuruni sebuah
bukit dan menembakkkan senjata AK-47, serta data-data berisi buku memoar
Osama yang belum dipublikasikan, berjudul "Bin There, Done That".
Namun, hingga kini belum ada
laporan media lain yang memperkuat klaim eksklusif dari NYMag ini.
Bagaimana menurut Anda? Percayakah Anda dengan temuan itu?(np)







0 komentar:
Posting Komentar